Samsung Mengembangkan Teknologi Baterai yang Mampu Bertahan Hingga 21 Jam



Para peneliti Samsung pada 25 Juni kemarin, telah mengumumkan bahwa mereka berhasil mengembangkan sebuah teknologi yang secara efektif meningkatan kapasitas baterai lithium. Mereka mengklaim dengan teknik khusus dapat menggandakan kapasitas tenaga baterai dibandingkan dengan baterai lithium yang digunakan saat ini.

Mereka menggunakan anoda silikon (yang menjanjikan kapasitas lebih dari baterai biasa), tetapi memberikan lapisan graphit di atas untuk meningkatkan kepadatan dan memberikan umur yang lebih panjang pada baterai. Dalam percobaan, mereka mendapat baterai yang 1,5-1,8 kali lebih padat daripada apa yang ada sekarang. Jika smartphone sekarang pada umumnya mampu bertahan 12 jam, dengan teknologi ini pengguna dapat menggunakan hingga 21 jam.

Teknologi baterai lithium yang digunakan sekarang ini dikembangkan dan dikomersialisasikan oleh Sony pada tahun 90-an. Semenjak itu pengembangan yang dilakukan hanya berupa peningkatan kapasitas saja bukan ke daya tahan tiap cell-nya. Meskipun begitu peningkatan kapasitas yang terjadi saat ini sudah dua kali lebih baik dibandingkan dengan pertama kali diperkenalkan.

Saat ini pengembangan material baterai kapasitas besar kebanyakan dilakukan di Amerika Serikat. Di tempat dimana material silikon diteliti secara aktif sebagai material pengganti dari grafit yang saat ini digunakan sebagai material pembuat baterai.



Namun ada satu hal teknis yang masih belum bisa dipecahkan hingga sekarang yakni menurunnya umur baterai seiring dengan sering dilakukannya proses charging dan discharging. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, para ilmuan mengatakan bahwa teknologi ini baru bisa disempurnakan dan dikomersialisasikan dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun kedepan.

Teknologi ini masih diawal penelitian dan Samsung kemungkinan besar belum menyematkannya pada Samsung Galaxy S7 mendatang. Namun hal ini dapat mengindikasikan bahwa Samsung memiliki terobosan ke dalam produk dunia nyata dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Selain perangkat mobile, kemungkinan besar teknologi ini dapat diaplikasikan pada kendaraan listrik untuk kedepannya. (Dikutip oleh arm/pcper.com)

Image credit: techradar.com
Diberdayakan oleh Blogger.