Divy, Startup Asal Sydney Yang Memberikan Solusi Atas Lahan Parkir
Sydney adalah kota yang sangat padat dimana lahan parkir dapat dijual hingga bernilai A$ 120.000, dengan harga yang cukup tinggi tersebut maka beberapa layanan dapat muncul disini, tak terkecuali untuk menggunakan teknologi melalui model startup.
Hal ini dimanfaatkan oleh Divy, startup Australia yang memiliki sistem peer-to-peer persis seperti Airbnb. Dimana Divy akan menghubungkan orang-orang yang memiliki ruang yang tidak terpakai dan bisa digunakan untuk lahan parkir. Kompensasi dari penyewaan tersebut akan diberikan kepada pemilik lahan sebagai pendapatan tambahan. Baru-baru ini Divy sedang berencana untuk melakukan ekspansi guna memperluas jangkauan layanan dan membantu berbagai perusahaan dalam mengelola aset parkir mereka.
Divy sendiri diluncurkan pada tahun 2011 dan telah mendapatkan pendanaan sebesar A$ 2.500.000 dari perusahaan properti DEXUS Property Group, GPT Group dan Knight Frank. Investasi ini akan digunakan untuk menunjang platform mereka untuk pengelolaan lahan parkir yang tersedia di Australia.
Selain dana investasi, pendapatan Divy diperoleh dari komisi dari setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna.
Saat ini, setelah pengguna mendaftar pada layanan Divy, mereka dapat memasukkan tujuan mereka dan mengatur jarak maksimum mereka dari lahan parkir yang mereka cari. Jika lahan tersedia, mereka dapat langsung memesan, baik secara harian maupun bulanan. Selain itu, Divy akan memberikan pemberitahuan baik melalui pesan singkat maupun email mengenai lahan parkir lain disekitar tempat tersebut.
Kedepannya Divy sedang berencana merilis aplikasi mobile untuk memudahkan pengguna. Sehingga pengguna dapat melakukan pemesanan beberapa jam sebelum menggunakan lahan parkir tersebut. Nick Austin, CEO dan pendiri dari Divy seperti yang dilansir Mashable "Kami ingin melakukan ekspansi ke pasar global dalam waktu dekat. Hal ini kamu lakukan untuk meningkatkan akses pada ruang kosong di area publik" katanya. "Bukan hanya pemesanan secara bulanan, tapi kami akan meningkatkan layanan sehingga pengguna dapat memesan per jam atau secara harian."
Sementara itu selain beroperasi di Sydney, perusahaan ini juga telah berkembang di Melbourne dan Brisbane, dan rencana untuk menjangkau kota-kota lain dalam beberapa waktu dekat. Tentunya apabila mendapatkan suntikan dana dari investor.
Dengan menawarkan platform standar, pengguna dapat mengakses parkir di area yang lebih luas dan Divy mengklaim layanan ini lebih murah 30-50% daripada menggunakan layanan parkir tradisional. (Diterjemahkan oleh arm/mashable.com)
Image credit:
